Artikel

Home  »  Teknologi Informasi  »  UU ITE Yang Berubah
  • Currently 4.57/10
Rating: 4.6/10 (30 votes cast)

UU ITE Yang Berubah

Rabu, 1 Februari 2017 - 03:37:09 WIB | Teknologi Informasi | komentar : (1) | dibaca : 4668
UU ITE Yang Berubah

Setelah melalui perdebatan sangat panjang, pada akhirnya tanggal 28 Nopember 2016 UU ITE NO. 19 TAHUN 2016, tentang Perubahanan Atas UU ITE No. 11 Tahun 2008 disahkan oleh DPR. Sebelumnya, pada tanggal 27 Oktober 2016 yang lalu, pemerintah dan DPR telah menyepakati revisi terhadap UU ITE No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Revisi tersebut pun langsung berlaku tiga puluh hari setelah kesepakatan tersebut, yaitu pada tanggal 28 Nopember 2016.

Menurut Dirjen Aplikasi Informasi, Samuel A. Pangerapan, revisi UU ITE ini telah mendapat banyak masukan dari LSM, akademisi, dan para praktisi. Dengan perubahan tersebut, pemerintah berharap UU ITE ini tidak lagi digunakan untuk melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat yang tidak bersalah.

Untuk diketahui bersama, ada 4 (emapt) perubahan dalam UU ITE yang baru, yaitu :

1. adanya penambahan pasal hak untuk dilupakan, yakni pasal 26.
Pasal itu menjelaskan seseorang boleh mengajukan penghapusan berita terkait dirinya pada masa lalu yang sudah selesai, namun diangkat kembali.
Salah satunya seorang tersangka yang terbukti tidak bersalah di pengadilan, maka dia berhak mengajukan ke pengadilan agar pemberitaan tersangka dirinya agar dihapus.

2. Yakni durasi hukuman penjara terkait pencemaran nama baik, penghinaan dan sebagainya dikurangi menjadi di bawah lima tahun.
Dengan demikian, berdasarkan Pasal 21 KUHAP, tersangka selama masa penyidikan tak boleh ditahan karena hanya disangka melakukan tindak pidana ringan yang ancaman hukumannya penjara di bawah lima tahun.

3. Tafsir atas Pasal 5 terkait dokumen elektronik sebagai bukti hukum yang sah di pengadilan.
UU ITE yang baru mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan dokumen elektronik yang diperoleh melalui penyadapan (intersepsi) tanpa seizin pengadilan tidak sah sebagai bukti.

4.  yakni penambahan ayat baru dalam Pasal 40.
Pada ayat tersebut, pemerintah berhak menghapus dokumen elektronik yang terbukti menyebarkan informasi yang melanggar undang-undang. Informasi yang dimaksud terkait pornografi, SARA, terorisme, pencemaran nama baik, dan lainnya.

Jika situs yang menyediakan informasi melanggar undang-undang merupakan perusahaan media, maka akan mengikuti mekanisme di Dewan Pers. Namun, bila situs yang menyediakan informasi tersebut tak berbadan hukum dan tak terdaftar sebagai perusahaan media (nonpers), pemerintah bisa langsung memblokirnya.

Untuk lebih detail dari penjelasan diatas, berikut 7 (tujuh) point utama Revisi UU ITE yang mulai berlaku pada tanggal 28 Nopember 2016 :

UU ITE No. 19 Tahun 20161. Untuk menghindari multitafsir terhadap ketentuan larangan mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pada ketentuan Pasal 27 ayat (3), dilakukan 3 (tiga) perubahan sebagai berikut:

  1. Menambahkan penjelasan atas istilah "mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik".
  2. Menegaskan bahwa ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan delik umum.
  3. Menegaskan bahwa unsur pidana pada ketentuan tersebut mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP.

2. Menurunkan ancaman pidana pada 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:

  1. Ancaman pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik diturunkan dari pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun menjadi paling lama 4 (tahun) dan/atau denda dari paling banyak Rp 1 miliar menjadi paling banyak Rp 750 juta.
  2. Ancaman pidana pengiriman informasi elektronik berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dari pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun menjadi paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda dari paling banyak Rp 2 miliar menjadi paling banyak Rp 750 juta.

3. Melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:

  1. Mengubah ketentuan Pasal 31 ayat (4) yang semula mengamanatkan pengaturan tata cara intersepsi atau penyadapan dalam Peraturan Pemerintah menjadi dalam Undang-Undang.
  2. Menambahkan penjelasan pada ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) mengenai keberadaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah.

4. Melakukan sinkronisasi ketentuan hukum acara pada Pasal 43 ayat (5) dan ayat (6) dengan ketentuan hukum acara pada KUHAP, sebagai berikut:

  1. Penggeledahan dan/atau penyitaan yang semula harus mendapatkan izin Ketua Pengadilan Negeri setempat, disesuaikan kembali dengan ketentuan KUHAP.
  2. Penangkapan penahanan yang semula harus meminta penetapan Ketua Pengadilan Negeri setempat dalam waktu 1x24 jam, disesuaikan kembali dengan ketentuan KUHAP.

5. Memperkuat peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam UU ITE pada ketentuan Pasal 43 ayat (5):

  1. Kewenangan membatasi atau memutuskan akses terkait dengan tindak pidana teknologi informasi;
  2. Kewenangan meminta informasi dari Penyelenggara Sistem Elektronik terkait tindak pidana teknologi informasi.

6. Menambahkan ketentuan mengenai "right to be forgotten" atau "hak untuk dilupakan" pada ketentuan Pasal 26, sebagai berikut:

  1. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menghapus Informasi Elektronik yang tidak relevan yang berada di bawah kendalinya atas permintaan orang yang bersangkutan berdasarkan penetapan pengadilan.
  2. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyediakan mekanisme penghapusan Informasi Elektronik yang sudah tidak relevan.

7. Memperkuat peran Pemerintah dalam memberikan perlindungan dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik dengan menyisipkan kewenangan tambahan pada ketentuan Pasal 40:

  1. Pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang;
  2. Pemerintah berwenang melakukan pemutusan akses dan/atau memerintahkan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik untuk melakukan pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum.

Download UU ITE No. 19 Tahun 2016

== D-E-K ==


Ada 1 komentar untuk arikel ini
Email Komentar Satya Nugraha | Kamis, 5 Januari 2017 | 06:40:08 WIB
Komentar

untuk link UU ITE 2008 mana broo....

Isi Komentar

Nama :
Email :
Komentar : Sisa Karakter
Captcha : Security Code
Type Code :


Halaman ini menerima komentar terkait artikel yang berjudul UU ITE Yang Berubah . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika mengandung SPAM, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Berita Terkait : Teknologi Informasi

Quote of the day

Dreaming is the first step that you have to make. While, the act is the next step that you have to do.

Calender

« Nov 2018 »
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sat
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8

Artikel Terakhir

Rabu, 17 Oktober 2018 - 22:46:58 WIB
Trend Persekusi di Zaman Millenial
Senin, 8 Oktober 2018 - 14:14:38 WIB
Istilah Cebong dan Kampret Ala Indonesia
Senin, 30 Juli 2018 - 19:01:22 WIB
Mengapa Islam Nusantara....?
Kamis, 26 Juli 2018 - 02:43:49 WIB
Drone Emprit : Monitoring Sosmed Buatan Anak Indonesia
Selasa, 13 Maret 2018 - 12:20:58 WIB
Pulang Kampung Dari Jakarta Menuju Surabaya, Lewat Tol ?
Kamis, 8 Maret 2018 - 09:37:17 WIB
Berita Bohong atau HOAX Yang Mendunia
Minggu, 31 Desember 2017 - 01:52:02 WIB
SI Monitoring Penyiaran Indonesia
Jum`at, 15 Desember 2017 - 10:46:32 WIB
IoT : Internet of Things
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:50:17 WIB
Cara Jitu Mengatasi Algoritma Fred
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:00:11 WIB
Fred Algorithm


INDEX BERITA

Statistik Website

Go Top
54.92.193.89, 172.104.183.40 | 172.104.183.40 | Browser Tidak di ketahui - CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/) | System Operasi tidak di ketahui - System Operasi tidak di ketahui | 0.12459 sec