Artikel

Home  »  News  »  Tim CyberArmy Jakarta
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)

Tim CyberArmy Jakarta

Kamis, 20 April 2017 - 08:29:18 WIB | Serba Serbi | komentar : (0) | dibaca : 326
Tim CyberArmy Jakarta

19 April menjadi sejarah baru dalam PILKADA Jakarta. 6 bulan berjuang dalamTim Cyber Army ANIES SANDI telah membuahkan hasil yang membuat "sumringah" Euforia kemenangan bergema seantero Jakarta khususnya Posko Pemenangan ASA.

Dalam perjalanan menuju kemenangan ASA, menarik untuk diikuti tahapan demi tahapan. Dari mulai serangan cyber war sampai sembako invations keberbagai penjuru daerah di Jakarta. Tim Pemenangan yang solid yang hanya didukung Gerindra dan PKS awalnya, PAN akhirnya ikut bergabung dalam gerbong Pemenangan ASA.

Siang malam hampir 24 jam terus bergerak dengan memonitor gadget dan medsos yang berkaitan dengan pemenangan ASA. Menangkal serangan fitnah dan perang statement disuarakan di media sosial yang semakin "brutal".

Dalam menyikapi berita-berita hoax, Tim CyberArmy ASA terus bergerak dengan meluncurkan website http://www.fitnahlagi.com/ yang bertujuan untuk meluruskan berita-berita yang tidak benar alias "menyesatkan". Selain itu MataLangitNet berafiliasi dengan SIP Media Indonesia meluncurkan aplikasi
"Kawal TPS DKI" yang bisa di download https://play.google.com/store/apps/details?id=com.nwblb.matalangitqc

Banyak serangan cyber yang ditujukan untuk menjatuhkan ASA. Elektabilitas rendah tidak menyurutkan perjuangan pemuda pemudi tim CyberArmy ASA. Yang pada akhirnya dapat mencapai 58% diakhir-akhir perjuangan. Wajar, karena keduanya bukan pejabat PETAHANA, berbeda dengan "tim Sebelah" yang merupakan PETAHANA yang kinerjanya sudah dirasakan hingga menurut survey sampai 72% tingkat kepuasan terhadap Petahana.

Segala survey yang mendeskriditkan pasangan ASA, tidak menyurutkan perjuangan Tim CyberArmy ASA tetap fokus, dan berdoa. Akhir dari perjalanan ini semua sudah terbayarkan, menurut hasil Quick Count berbagai lembaga survey, pasangan Anies Sandi menang telak terhadap petahana dengan selisih suara dimasing-masing Quick Count diatas 15%.

Ahok, panglima besar buzzer, didukung orang-orang bermasalah. Setnov, Jan Faridz, Megawati, Surya Paloh, Said Aqil Sirod, Nuril, Nusron dan sebagainya. Puluhan taipan, anjing-anjingnya, preman dan aparatus kekerasan negara semuanya berusaha memenangkan Ahok. Dengan cara apa pun. Terasa betul, penguasa berpihak kepada Ahok N Djarot (disingkat Anjrot). Fitnah, caci-maki, character assasination, kriminalisasi sampe badai sembako mereka mainkan. Targetnya Anjrot jadi lagi.

Hampir semua artis, dari yang goblok sampe setengah gila, dari Anggun C Sasmi sampe Inul, Slank, Iwan Fals rame-rame ngebor bareng Anjrot. Artis yang eling pasti kontra Ahok, si penista Surat Al Maidah 51. Its no way to subvert Anjrot. Relasi Ahok dengan para taipan begitu erat. Dia gusur warga demi kepentingan bos pengembang dan antek-anteknya. Orang miskin jadi korban. Islam terjajah di negeri sendiri. Arogansi Ahok tembus langit ketika semua aksi brutalnya didukung kelas menengah tak terdidik.

Anjrot ngga pernah dengar nasehat komponis AR Rahman. Dia bilang, "To be successful, it is also important to be humble and never let fame or money travel to your head." Kekalahan utama Ahok adalah dia terlalu kuat. Belum pernah ada gubernur sedemikian sering injak aturan. Dia obok-obok segalanya. Bikin gaduh. TNI difungsikan jadi pengawal gusuran. Dia suruh Pasukan Katak masuk gorong-gorong. Bikin sakit hati kaum nasionalis.

Setahun lalu, saya melihat ratusan korban penggusuran Pasar Ikan. Ada ibu-ibu menggendong bayi. Sebagian besar ditampung di Masjid Keramat Luar Batang. Lainnya tidur di perahu dan di antara puing. Saya sedih sekali. Manusia, orang miskin, diperlakukan seperti itu oleh Ahok.

Padahal, "Making other people happy is a super happiness" kata Muhammad Yunus. Tapi Ahok hanya bikin gembira segelintir pengembang, menyengsarakan sedemikian banyak orang.

Sejak hari itu, saya merasa Ahok harus tumbang. Jakarta bisa rusak bila dia dibiarkan terus berkuasa.

Saat itu, Ahok sedang di puncak kejayaan. Punya ribuan buzzer. Dibeking taipan. Media yang sudah bangkrut menjadi hambanya. Semua ex aktifis 98 dan ahli provokasi massa bloking ke Ahok. Dia dikira simbol pluralisme. FPI dihitamkan. Polisi sudah di tangan. Ahok teman presiden. Semua orang takut sama dia.

Cuma ada Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani dan Lieus Sungkharisma. Beberapa nama kritis terhadap Ahok muncul lalu tenggelam. Ngga tahan dibully. Hanya tiga orang itu yang kuat. Mereka konsisten lawan Ahok. Maju terus sekali pun dibully, dihina, difitnah dan dibunuh karakter. Namun mereka cuma bertiga. Menghadapi sebuah tatanan zolim yang direpresentasikan oleh Ahok.

Satu hal dilupakan rezim Ahok, yaitu umat Islam dan ulama. Bersama Partai Gerindra dan PKS, mereka berjuang menegakan aqidah. Melawan neo kolonialisme ala Ahok. Para kader kedua partai, jutaan mujahid, aktifis, para tokoh nasionalis dan guru bangsa seperti Dien Samsudin, bahu membahu, berjuang setiap hari. Dan Ahok pun tumbang.

Haru, senang, gembira, itulah yang bisa di wujudkan dalam ekspresi kemenangan warga jakarta khususnya Tim CyberArmy. Gubernur baru dengan Jakarta Baru. Kita songsong harapan baru singkirkan semua perbedaan, singkirkan kemunafikan, YAKINLAH ALLAH tidak TIDUR, dan ALLAH akan membuktikan JANJINYA untuk orang-orang munafik. KEHANCURAN.


Salam, Selamat Berjuang Anies Sandi 2017-2022.

Endang Kurniawan

----------------------------------------------------------------
Bang Japar / CyberArmy Korkel Timur