Artikel

Home  »  News  »  Pulang Kampung Dari Jakarta Menuju Surabaya, Lewat Tol ?
Rating: 4.2/10 (5 votes cast)

Pulang Kampung Dari Jakarta Menuju Surabaya, Lewat Tol ?

Selasa, 13 Maret 2018 - 12:20:58 WIB | Serba Serbi | komentar : (0) | dibaca : 314
Pulang Kampung Dari Jakarta Menuju Surabaya, Lewat Tol ?

Sudah masuk minggu ke-2 bulan Maret. Beberapa bulan kedepan sudah mulai "sibuk" dengan acara pulang kampung. Pengerjaan infrastruktur dikebut agar bisa digunakan pada hari H perjalanan mudik. Tradisi mudik memang sudah menjadi budaya dan hanya ada di negeri tercinta ini, apalagi kalau bukan Indonesia.

Segala kesibukan dan kepenatan selama bekerja selama 11 bulan ditanah rantau, agenda mudik menjadi sesuatu hal menarik untuk dikerjakan. Ngga peduli macet, lelah, panas, berbaur menjadi satu akan terbayar jika sudah sampai di kampung halaman tercinta.

Tahun-tahun sebelumnya mungkin masih belum merasakan akses cepat selama perjalan mudik dengan moda transportasi darat yang digunakan. Dengan penambahan ruas-ruas jalan tol yang sedang dibangun dari mulai Tol Cipali tembus sampai Surabaya. Tapi, agak sedikit merisaukan jika kita tahu pelayanan publik ini dapat digunakan jika kita bisa membayar alias tidak gratis untuk menikmati layanan yang katanya "bebas macet" tersebut.

Bekerjasama dengan Kementrerian PUPR, penulis diberi kesempatan untuk menganalisa lajur jalan yang digunakan sebagai moda transportasi darat ini yang bertujuan untuk memberikan kelancaran dan kenyaman dalam berkendara selama musim mudik berlangsung. Biaya yang diperlukan dari pintu tol CIPALI sampai SURABAYA diperkirakan menghabiskan kurang lebih Rp. 500.000,- dengan asumsi menggunakan tarif Golongan I. 

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima penulis, setidaknya ada 178 km jalan tol Trans Jawa fungsional yang akan dilalui tahun ini. Jalur fungsional tersebut di antaranya pada ruas Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Kartosuro, Wilangan-Kertosono, dan sebagian seksi dari ruas Kertosono-Mojokerto.

Dihitung dari Jakarta dengan pemberangkatan dari Jakarta Selatan (tempat penulis tinggal), setidaknya terdapat 12 ruas tol yang harus dilewati untuk sampai ke Surabaya. Yakni Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Tol Palimanan-Kanci, Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pemalang-Batang dan Tol Batang-Semarang.

Dari Semarang, perjalanan dilanjutkan melewati Tol Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Kertosono-Mojokerto, dan Mojokerto-Surabaya.

Dengan telah diberlakukannya sistem tol integrasi sejak tahun lalu, maka sistem pembayaran dibagi menjadi dua cluster. Cluster pertama merupakan gabungan dari tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek-Palimanan dan Purbaleunyi ke arah Bandung. Jadi, nanti masuk pintu tol Cikarang Utama, ambil tiket. Kemudian, baru bayar di pintu tol Palimanan.

Di Cikarang Utama-Palimanan, pemudik akan dikenakan tarif Rp 109.500. Dengan rincian Cikarang Utama-Cikopo Rp 13.500 dan Cikopo-Palimanan Rp 96.000.

Kemudian, pemudik bisa melanjutkan kembali perjalanan lewat tol secara operasional melalui tol Palimanan-Kanci Rp 11.500 dan Kanci-Pejagan Rp 24.000.

Untuk mudik Lebaran tahun ini, pemudik tak perlu keluar dulu di gerbang tol Brexit (Brebes Exit) untuk sampai ke Pemalang karena seksi III dan IV sudah beroperasi. Pada ruas Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km, pemudik dikenakan biaya sekitar Rp 57.500 hingga ke Pemalang.

Di ruas tol Pemalang-Batang, jalur tol operasional yang bisa dilewati sepanjang 6 km dari Segmen Sewaka ke Pemalang. Dengan asumsi tarif Rp 1.100/km (berdasarkan PPJT), maka biaya yang dibutuhkan melewati ruas ini adalah Rp 6.600.

Lalu, dari Batang hingga ke Semarang, pemudik bisa melewati tol secara gratis karena masih dibuka secara fungsional. Setelah sampai di Semarang, pemudik bisa kembali melanjutkan perjalanan lewat tol hingga Salatiga secara operasional sepanjang 40,4 km dengan biaya Rp 40.400 (tarif Rp 1.000/km).

Setelah tol bisa dilewati secara operasional hingga Salatiga, pemudik masih bisa melanjutkan perjalanan hingga ke Solo lewat tol fungsional (gratis) dari Salatiga hingga Kartosuro. Setelah itu, pemudik bisa menuju Jawa Timur dengan melewati tol Solo-Ngawi yang sudah beroperasi sepanjang 90,42 km dengan biaya Rp 117.546 (tarif Rp 1.300/km).

Dari Ngawi, perjalanan lewat tol operasional bisa terus dilanjutkan hingga Nganjuk Wilangan sepanjang 49,51 km dengan biaya Rp 64.363 (tarif Rp 1.300/km). Dari Nganjuk Wilangan, perjalanan lewat tol dilanjutkan secara fungsional sepanjang 37 km sampai Kertosono.

Sebelum sampai di Surabaya, pemudik harus melewati dua ruas tol lagi yang kini sudah bisa dilewati penuh secara operasional, yakni Kertosono-Mojokerto 39,6 km dan Mojokerto-Surabaya 36,47 km. Biaya untuk kedua ruas tol tersebut masing-masing Rp 28.116 (Kertosono-Mojokerto) dan Rp 38.293 (Mojokerto-Surabaya).

Dengan demikian, total biaya transportasi lewat tol menggunakan kendaraan pribadi (golongan I) dari Jakarta hingga Surabaya diperkirakan mencapai Rp 388.427.

Berikut rincian tarif per perjalanannya:

Cikarang Utama-Palimanan Rp 109.500
Palimanan-Kanci Rp 11.500
Kanci-Pejagan Rp 24.000
Pejagan-Pemalang Rp 57.500 (57,5 km)
Pemalang-Batang Rp 6.600 (6,6 km)
Semarang-Solo Rp 40.400 (40,4 km)
Solo-Ngawi Rp 117.546 (90,42 km)
Ngawi-Kertosono Rp 64.363 (49,51 km)
Kertosono-Mojokerto Rp 28.116 (39,6 km)
Mojokerto-Surabaya Rp 38.293 (36,47 km)

Demi kenyamanan dalam berkendara, siapkan makanan yang cukup, bahan bakar yang cukup, dan gunakan e-Toll ataupaun e-Money sebagai alat pembayaran selama menggunakan jalan tol. Selamat Mudik, Salam untuk Keluarga dikampung. -- EK --