Artikel

Home  »  News  »  Kisah DENNIS RADER si Pembunuh Berantai : BTK
Rating: 1.0/10 (1 vote cast)

Kisah DENNIS RADER si Pembunuh Berantai : BTK

Rabu, 21 Desember 2016 - 12:30:34 WIB | Forensik Digital | komentar : (0) | dibaca : 959
Kisah DENNIS RADER si Pembunuh Berantai : BTK

Dalam beberapa kasus (baca : Barang Bukti Digital) yang sudah penulis sampaikan di beberapa halaman website ini, peranan barang bukti digital sangat mempengaruhi aparat hukum menangkap para pelaku tindak kejahatan. Baik secara perseorangan maupun kelompok.

Pengungkapan kasus Cybercrime atau cyber computer (baca : Cybercrime dan Cyber Computer) menjadi fenomena baru dalam dunia kejahatan, terlebih di Indonesia, semenjak diberlakukannya UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik banyak para netizen berpikir ulang untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat terjerat ‘pasal-pasal’ yang ada dalam undang-undang tersebut.

Keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus kejahatan komputer menjadi titik balik para penegak hukum untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin “bebas”. Bebas dalam mengekspresikan pikiran dan ide-ide dengan aksi nyata, walau terkadang “merugikan” pihak lain. Namun dengan kemajuan teknologi informasi, peranan digital forensic bisa menjadi pertimbangan hukum lain dalam memberikan bukti yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Berlatar belakang uraian diatas itulah, penulis ingin mengingatkan kepada netizen bagaimana peranan bukti digital dalam mengungkap kasus pembunuhan berantai yang terjadi selama kurang lebih 30 tahun belum bisa diungkap kejahatan yang dilakukannya, dalam rentang waktu tahun 1974 sampai 1991 yang dilakukan oleh salah seorang warga Wichita, Kansas, Amerika yang bernama DENNIS RADER.

PROFILE
Dennis Lynn RaderBernama lengkap DENNIS LYNN RADER, pria kelahiran 9 Maret 1945, di Pittsburg, Kansas. Pria berkembangsaan Amerika ini dibesarkan di Wichita, Kansas. Dennis Rader merupakan anak pertama dari 4 (empat) bersaudara dari perkawinan William dan Dorothea Rader. Rader dibaptis di Gereja Sion Lutheran di Pittsburg, Kansas. Ayahnya adalah anggota dari Korps Marinir AS, yang kemudian bekerja di perusahaan alat-alat listrik KG & E dimulai pada tahun 1948. Keluarganya pindah ke kota terbesar di Kansas, Wichita, dan besar di Wichita. Dia mengaku bahwa dirinya memiliki fantasi tentang perbudakan, mengawasi, dan menyiksa sejak usia dini. Ketika masih di Sekolah Dasar, Dennis mempunyai mimpi untuk mengikat para gadis dan berjalan bersama mereka.

Pada masa kanak-kanak, Dennis Rader telah membunuh beberapa kucing dan anjing dengan cara menggantung binatang-binatang tersebut dan diimajinasikan hewan-hewan tersebut sebagai pemuda. Dennis Rader dikenal sebagai pribadi yang tenang dan sopan, ia juga aktif dalam kegiatan sosial di Sekolahnya. Beberapa temannya mengatakan bahwa Dennis kurang humoris namun ia rajin dan selalu fokus, sangat memperhatikan kata-katanya sebelum berbicara.

Dennis Lynn RaderDennis Rader lulus dari sekolah menengah di Wichita tahun 1963, kemudian pada tahun 1965 dia masuk perguruan tinggi di Kansas Wesleyan’College di Salina dan hanya bertahan 2 semester saja.

Pada tahun 1966, Rader bergabung dengan Angkatan Udara Amerika dengan pangkat Sersan, ditempatkan dibagian instalasi peralatan antenna. Pada tahun 1970, Rader keluar dari Angkatan Udara dan menghabiskan waktunya di Korea, Yunani dan Turki.

Pada tanggal 22 Mei 1971, Dennis Rader (26) menikah dengan Paula Diets (23) dan menetap di Park City. Dari pernikahaanya Rader memiliki seorang putra yang bernama Brian lahir pada tahun 1975, dan seorang putri yang bernama Kerri yang lahir pada tahun 1978, sementara Rader bekerja di Supermarket IGA di bagian departemen daging dan Paula sebagai penjaga toko buku.

Kerri, Paula, Dennis, Brian in Dennis Rader Family

Pada tahun 1972, Rader bekerja di Coleman Co, yaitu sebuah perusahaan manufaktur yang merupakan perusahaan terbesar di Wichita pada waktu itu. Pada tahun 1973 Rader mulai melanjutkan studinya di Wichita State University, dia termasuk mahasiswa miskin dan mendapatkan nilai C dan D pada mata kuliahnya, dia tidak bisa mengeja dengan baik yang tercermin dari tatanan grammer dalam tulisannya.

Pada awal 1974 dia memiliki tugas bekerja di Cessna, Produsen kerangka pesawat, tetapi kemudian ia dipecat. Awal malapetaka terjadi dalam hidupnya, dia merasa bahwa dirinya rendah, pengangguran, tidak bahagia dengan waktu yang dia punya. Dalam keadaan yang sulit dan ketidak pastian, dia mulai masuk dalam dunia fantasi yang dia punya sejak kecil, dia ingin tahu bagaimana rasanya mencekik seseorang hingga mati?

Pada bulan November 1974 Dennis Rader akhirnya menemukan pekerjaan tetap di ADT Security, sebuah perusahaan yang menjual dan instalasi sistem alarm.

TRAGEDI PEMBUNUHAN
Pada tanggal 15 Januari 1974, awal dari semua kejadian pembunuhan terjadi. Rader membunuh 4 (empat) anggota keluarga Otero dirumah mereka. Korban pasangan suami sitri bernama Joseph (38) dan Julie Otero (34) dan kedua anak mereka Josephine (11) dan Joseph, Jr (9) menjadi korban “fantasi” Rader. Namun Rader tidak mengetahui bahwa ada keluarga Otero yang masih hidup, yaitu Charlie (15), Daniel (14), dan Carmen (13). Mereka menemukan orang tua dan saudara mereka dalam keadaan terbunuh sepulang dari sekolah sore itu telah tewas tercekik.

Otero Victims

Melihat kondisi yang bersalju, Rader mengantar istrinya untuk berangkat kerja di Rumah Sakit VA di Wichita. Setelah menurunkan istrinya, sebelum sampai dirumah Rader suka berkeliling di lingkungan tertentu atau kampus untuk mengamati perempuan yang akan dijadikan sasaran “fantasinya”, perbudakan, penyiksaan, dan membunuh, membayangkan apa yang akan ia lakukan pada mereka. Mengikat, menyiksa dan membunuh mereka.

Dalam perjalanannya, Rader melihat keluarga hispanic yang baru pindah ke daerah sekitar Edgemoor dan Murdock.  Setelah mengantar istrinya, Rader mengamati gerak gerik dari keluarga Hispanic tersebut, dan memantau kapan keluarga tersebut keluar dan pulang ke rumah mereka.
Diketahui keluarga hispanic tersebut bernama Joe Otero (38), Julie Otero (34), putrinya Josephine (11) dan joey (9). Setelah melakukan pengamatan, Rader menyiapkan alat untuk melakukan aksi kejahatannya, alat tersebut berupa pistol, tali, pisau dan berbagai alat lainnya yang digunakan untuk masuk ke rumah target. Pada tanggal 15 Januari 1974 pukul 08:00 waktu setempat, Rader menyelinap masuk ke rumah target dan memotong saluran telepon dan menerobos masuk, apesnya ternyata keluarga tersebut masih berada didalam rumah, namun Rader bisa menguasai keadaan rumah tersebut, Rader mengatakan bahwa dia adalah seorang buronan kriminal dan membutuhkan uang dan mobil untuk melarikan diri, kemudian keluarga tersebut diikat dan dibunuh satu persatu dengan cara dicekik.

Aksi Rader terus berlanjut, tanggal 04 April 1974, Rader mengulangi aksinya dengan membunuh Kathryn Bright (24) seorang wanita dengan menusuk dan mencekik, dan berusaha untuk membunuh kakaknya, Kevin. Kevin ditembak dua kali, tapi selamat. Dia menggambarkan Rader seperti "pria berukuran rata-rata, kumis lebat, mata psikotik," menurut sebuah artikel majalah TIME.

Kathryn Bright Victims

Dennis menguntit aktivitas Kathryn, suatu hari Dennis melihat Kathryn memasuki rumahnya yang berada di kawasan Wichita. Pada tanggal 4 April ia masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan bersembunyi di kamar tidur korban. Setibanya korban di rumahnya yang saat itu ia bersama saudara laki-lakinya Kevin (19), mereka dikagetkan dengan penodongan senjata oleh Dennis yang tiba-tiba muncul dari kamar.

Dennis memakai alasan yang sama seperti ketika berada di rumah keluarga Otero, dia mengaku kalau dia adalah seorang buronan kriminal. Dennis menodong pistolnya kepada mereka dan memaksa Kevin untuk mengikat Kathryn. Dennis berusaha mengikat Kevin, namun itu tidak berhasil karena Dennis tidak membawa tali lebih, Kevin dan Dennis terlibat perkelahian dan akhirnya Kevin terkena tembakan di wajah dan kepalanya, mengira kevin telah mati, Dennis pergi ke Kethryn dan berusaha mencekik dan menusuknya. Sementara kevin yang dalam terluka parah lari keluar dan berteriak minta tolong. Kathryn meninggal di rumah sakit, sedangkan Kevin selamat dari maut meski dia mengalami luka dikepala.
Pada bulan Oktober 1974 Editor dari koran Wichita Eagle menerima telepon yang memberitahukan bahwa ada surat tersembunyi didalam buku teknik di Perpustakaan Umum Wichita. Surat tersebut sengaja ditinggalkan di mana ia bertanggung jawab terhadap pembunuhan Oteros. Rader menceritakan bagaimana dia membunuh keluarga Otero, Rader menulis, "itu sangat sulit untuk mengendalikan diriku. Anda mungkin memanggil saya." Psikotik dengan bergantung pada penyimpangan seksual". dan dalam surat tersebut terdapat kode B.T.K diambil dari kata “Bind them, Torture them, Kill them”.

Shirley Vian VictimsTanggal 17 Maret 1977, Rader malakukan aksinya terhadap Shirley Vian (24). Rader mengikat dan mencekik Shirley Vian (24) setelah mengunci anak-anaknya di kamar mandi.

Awalnya, Rader bertemu dengan wanita yang menarik perhatiannya di bar, namanya Cheryl. Rader menemukan alamat Cheryl dan kemudian Rader mempersiapkan alat yang biasa dibawanya untuk membunuh. Setibanya di rumah Cheryl, Rader tidak menemukan seorangpun disana, karena pada waktu itu Cheryl sedang keluar bersama teman-temannya.
Rader memutuskan untuk mencari rumah lain untuk dijadikan korban, namun lagi-lagi dia tidak menemukan penghuni dari rumah tersebut, hingga akhirnya dia bertemu dengan Steven Relford (5) dan berpura-pura menanyakan seseorang yang ada difoto yang sedang dipegang Rader yang mana foto tersebut adalah foto anak dan istri Rader sendiri memuluskan aksinya, Steven menjawab tidak mengenal orang yang ada pada foto tersebut dan ia bergegas menuju rumahnya. Akhirnya Rader tahu dimana anak tersebut tinggal, Rader berusaha masuk ke dalam rumah tersebut dengan menyamar sebagai seorang detektif, setelah berhasil masuk, Rader langsung menyandera Steven dan 2 saudaranya. Shirley Vian (24) keluar dari kamar mandi dan shock dengan apa yang dilihatnya. Kemudian Rader menyuruh anak-anak ke kamar mandi dan Shirley Vian diikat dan di cekik hingga tewas.

Pada tanggal 8 Desember 1977, korban dari “kejahatan fantasi” Rader Nancy Foc Victimsberlanjut. Kali ini korban bernama Nancy Fox (25).

Pola yang dilakukan Rader hamper sama dengan aksi-aksi sebelumnya, Rader membuntuti Nancy Fox (25) mulai dari tempat kerja hingga kerumahnya.
Rader masuk ke rumah Nancy Fox dan menunggu kedatangannya, ketika Nancy datang, Rader langsung melakukan aksinya dan mengatakan bahwa dia mengalami kelainan seksual sehingga ia akan mengikat dan memperkosanya, tidak ada perlawanan dari Nancy.
Akhirnya Rader juga membunuh Nancy Fox dengan cara mencekiknya dan meninggalkan barang bukti berupa air mani pada baju yang ditemukan disebelah tubuh Nancy Fox. Keesokan harinya, Rader memberitahukan kepada polisi melalui telepon bahwa telah terjadi pembunuhan di rumah Nancy Fox. Polisi memutar suara rekaman si penelpon (Dennis Rader) pada media – media yang ada di Wichita, tapi tak seorangpun yang mengenal suara tersebut termasuk keluarga dan teman kerja Dennis Rader.

Tak lama setelah pembunuhan Fox, Rader mengirimkan puisi ke koran lokal tentang pembunuhan Vian pada bulan Januari 1978. Beberapa minggu kemudian, ia mengirim surat kepada sebuah stasiun televisi lokal yang menyatakan bahwa ia bertanggung jawab atas pembunuhan Vian, Fox, dan korban lain yang tidak diketahui. Dalam surat tersebut, Rader juga mencantumkan kode B.T.K dan dengan gaya tulisan yang sama dengan surat pada tahun 1974 silam. Dia juga membuat sindiran pembunuh seperti yang terkenal lainnya, termasuk Ted Bundy dan David Berkowitz, juga dikenal sebagai " Son of Sam."

Aktfitas Rader berlanjut kepada kehidupan normalnya, hingga Rader aktif di gereja pada 1980-an dan menjadi pemimpin di pramuka di kotanya.

Tanggal 27 April 1985, terjadi aksi pembunuhan Marine Hedge (53) seorang janda yang merupakan tetangga dari Rader sendiri.

Marine Hedge VictimsMarine dikenal ramah dan ibu dari empat orang anak. Dikisahkan dari beberapa sumber, untuk melancarkan aksinya ini, Rader memotong saluran kabel telepon milik Marine dan masuk ke dalam rumah tersebut, beberapa saat kemudian Marine datang bersama temannya Gerald Poter.
Setelah Gerald pulang, Marine langsung ke kamar dan tertidur, kemudia Rader menyerang Marine yang sedang tertidur dan mencekiknya hingga tewas. Belum puas dengan aksinya, Rader kemudian menyeret tubuh Marine dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil, Lalu membawa jasad Marine ke Gereja dan menyeretnya ke ruang bawah tanah.Sadisssssss…..!!!

Tanggal 16 September 1986, kali ini yang menjadi korban bernama Vicki Wegerle VictimsVicki Wegerle (28). Vicki Wegerle adalah seorang Ibu rumah tangga dan memiliki 2 orang anak.

Untuk mempermudah aksinya, Rader menyamar sebagai seorang reparasi telepon dan masuk kedalam Rumah Vicki, setelah berhasil masuk. Dan seperti korban-korban terdahulu, Dennis mengancam korban dengan menodongkan pistol yang sudah disiapkan sebelum melakukan aksinya. Setelah korban tidak berdaya, oleh Rader korban diikat dan mencekiknya hingga tewas.

Dolores E. Davis VictimsTanggal 19 Januari 1991, kisah berlanjut. Terjadi pembunuhan Dolores E. Davis (62) seorang wanita tua yang bekerja sebagai sekretasris eksekutif di Wichita.

Pada suatu malam, Rader mulai melakukan aksinya, dia pergi ke tempat tinggal Dolores, dia melihat Dolores masih terjaga dan sedang membaca buku dikamarnya, Rader menunggu hingga lampu kamar Dolores mati. Lalu Rader mendobrak pintu, mendengar ada ‘keributan’ Dolores keluar dari kamarnya untuk melihat apa yang menjadi sumber ‘keributan’.
Wanita tua itu menemukan Rader yang menyamar menjadi seorang gelandangan dan meminta makanan, uang dan mobil. Namun Dolores menolak, atas penolakan ini Rader lalu mengikat Dolores dan mencekiknya dengan tali hingga tewas.

Dari cerita diatas, penulis merangkum nama-nama korban dari aksi Rader dalam bentuk tabel berikut.

Time Line BTK Victims

All Victims by BTK

AKHIR PERJALANAN “BTK”
Tiga puluh tahun setelah pembunuhan pertama, antara Maret 2004 dan Februari 2005, pembunuh BTK muncul kembali di tengah perhatian Media. Rader mencoba ‘mempermainkan’ aparat kepolisian setempat dengan memberikan ‘petunjuk’ mengenai aksi pembunuhan yang pernah terjadi ditahun 1974-1991. Mungkin Rader ini sudah tidak ada kerjaan, sehingga mencari masalah baru setelah sekian lama Rader tidak melakukan aksi “sadis” nya. Kali ini yang dilakukan Rader bukan untuk ‘berfantasi’ tapi ingin ‘bermain-main’ dengan aparat kepolisian setempat dengan mengirimkan surat yang berisi dokumen yang diketik menggunakan aplikasi Microsoft Word itu berisi detail pembunuhan pertamanya di 1974, yaitu pembunuhan atas sepasang suami istri dan 2 orang anaknya, serta sebuah floppy disk.

Surat Dennis RaderBerawal dari kartu pos yang dikirmkan ke sebuah stasiun televisi di Wichita, stasiun televisi yang bernama KAKE TV itu memberitahukan kepada kepolisian bahwa Rader telah meninggalkan sebuah paket di pinggir jalan. Dalam pesannya tersebut, Rader juga menanyakan status paket yang dia tinggalkan di Toko “Home Depot” beberapa minggu sebelumnya.
Bungkus SerealPaket yang ditinggalkan BTK di pinggir jalan ternyata berupa kotak sereal yang berisi sebuah dokumen. Kotak sereal itu juga berisi beberapa perhiasan dan sebuah boneka dengan tali di lehernya yang diikatkan pada pipa PVC yang ternyata milik salah satu dari korban kejahatannya, anak perempuan berusia 11 tahun.

Pencarian pertama di Toko “Home Depot” tidak menunjukkan tanda-tanda adanya paket dari BTK. Tetapi seorang pegawai toko mengatakan kepada polisi bahwa kekasihnya menemukan sebuah kotak sereal dengan tulisan di atasnya, “Jujur, dapatkah saya berkomunikasi dengan Floppy dan tidak ditelusuri ke komputer”, menjalankannya selama beberapa hari dalam kasus saya di luar kota dan lain-lain. Saya akan mencoba menggunakan floppy dalam waktu Februari atau Maret” di belakang truk pickup sekitar 2 minggu sebelumnya. Karena berpikir kotak sereal itu adalah sebuah lelucon atau candaan, dia kemudian membuangnya.

Floppy Disk yang menjadi Barang Bukti dalam kasus BTKPolisi mengumpulkan sampah-sampah kembali untuk mencari kotak sereal yang dimaksud dan akhirnya ditemukan. Kotak sereal tersebut berisi beberapa dokumen, boneka yang diikat ke pipa PVC, termasuk di dalamnya adalah pertanyaan dari BTK kepada polisi bahwa apakah dia akan dapat dilacak jika berkomunikasi dengan polisi melalui sebuah floppy disk. Jika memang tidak terlacak, BTK meminta polisi untuk memasang iklan di surat kabar berisi kata-kata, “Rex, it will be OK“. Penyidik bertindak cepat dan merespon dengan menempatkan iklan baris di Eagle.

Polisi pun memuat iklan tersebut. Polisi juga meneliti rekaman video Boneka yang diikat pada pipa PVC  ditemukan dalam bungkus sereal yang dikirim oleh Dennis Raderkeamanan di Toko “Home Depot”, yang menunjukkan seorang pria di dalam mobil Jeep Grand Cherokee warna hitam memarkir kendaraannya di dekat truk pickup milik pegawai toko dan berjalan di sekitar truk pickup tersebut.

Dua minggu setelahnya, sebuah kiriman berupa disk tiba di stasiun televisi yang lain, bersama dengan rantai kalung emas, fotokopi sampul novel bertema pembunuhan, dan beberapa kartu yang salah satunya berisi instruksi untuk berkomunikasi dengan BTK melalui surat kabar.

Hasil Screenshoot Akuisisi Menggunakan EnCase Kasus BTK

Departemen Forensik mengambil Disk komputer BTK tersebut kemudian diserahkan kepada seorang penyidik yang ditugaskan untuk Bagian Kejahatan Komputer. Pemeriksaan disk dilakukan dan menemukan file valid berlabel "Uji A.RTF" Berkas berisi pesan: “this is a test”. Pesan yang yang sama juga terdapat dalam paket yang dikirim ke stasiun televisi. Juga didalamnya terdapat dokumen yang sudah dihapus, dokumen Microsoft word dibuat pada tanggal 10 Februari, diubah pada 14 Februari, dan dicetak pada hari yang sama tersebut diperiksa metadatanya dan ditemukan menunjuk ke komputer yang terdapat di Gereja Christ Lutheran diperpustakaan “Park City”. Dan nama Dennis sebagai editor terakhir dari dokumen komputer  tersebut. Polisi yang memeriksa situs Web Churce dan dalam pencarian menemukan Dennis Rader sebagai ketua dewan jemaat.

File yang berhasil di re-covery oleh investigator dengan bantuan Aplikasi En-Case

Rader membuat kesalahan fatal dengan membawa disk tersebut ke gereja untuk mencetak dokumen di dalam disk karena printer di rumah Rader sedang rusak. Rader meminta izin untuk mencetak dokumen kepada pastur, dengan mengatakan bahwa dia memiliki agenda untuk rapat dewan gereja. Oleh karenanya, sang kepala gereja memasukkan disk tersebut ke salah satu komputer. Tidak ada yang menyadari bahwa tindakan tersebut ternyata bisa menjadi awal tertangkapnya BTK.

Pencarian Nama Gereja yang ditemukan dari file yang ditemukanPencarian sederhana di internet menampilkan website Gereja “Christ Lutheran” dengan Dennis Rader sebagai ketua jemaat. Polisi mengenali Rader sebagai petugas di perpustakaan “Park City” dan berhasil mendapatkan alamat Rader. Kemudian Polisi melakukan pengawasan khusus terhadap Rader untuk mengumpulkan bukti-bukti lain, dengan berkendara melewati rumah Rader dan melihat sebuah Jeep Grand Cherokee warna hitam yang ternyata diregister atas nama anaknya, Brian.

Setelah 11 bulan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan lebih dari 1.300 sampel DNA. Jaksa meminta sampel DNA dari hasil pap smear Kerri, anak perempuan Rader, dari klinik mahasiswa dekat Kansas State University di Manhattan, di mana Kerri bersekolah 5 tahun sebelumnya.

FBI OfficerTes DNA pada sampel tersebut menunjukkan bahwa DNA BTK yang didapat dari TKP memiliki kesamaan dengan DNA Kerri Rader. Dengan ini dapat diketahui bahwa ayah Kerri, yaitu Dennis Rader adalah BTK.

Dennis Rader ditangkap di depan rumahnya pada siang hari saat hendak pulang makan siang dari tempat kerjanya, pada tanggal 25 Februari 2005 atas tuduhan pembunuhan sepuluh (10) orang di Wichita, Kansas yang dilakukannya dalam rentang waktu dari tahun 1974 sampai tahun 1991.

Suasana Penyidikan Kasus BTKDalam proses pemeriksaan, Rader awalnya berbicara dengan penyidik selama kurang lebih tiga setengah jam sebelum mengaku menjadi BTK dan melakukan 10 kali pembunuhan. Rader mengaku bersalah atas semua tuduhan pada tanggal 27 Juni 2005 kemudian dituduh dengan tuduhan pembunuhan 10 orang tingkat pertama.

Beberapa tetangga dan anggota gerejanya, Dennis Lynn Rader Sedang di Bawa Ke Penjara El-Colorado dengan Pengawasan Super maksimum untuk menjadi hukuman seumur hidup.di mana ia menjabat sebagai ketua dewan gereja, tercengang oleh berita dan tidak bisa percaya bahwa orang yang mereka tahu adalah pembunuh berantai yang “menghantui” begitu lama. Sebagai bagian dari pembelaan, dia memberikan rincian mengerikan dari kejahatannya di pengadilan.

Dia lolos dari hukuman mati karena dia melakukan kejahatan sebelum 1994 dimana undang-undang tidak memberlakukan adanya hukuman mati. Rader saat ini menjalani hukuman seumur hidup di penjara Kansas.

KESIMPULAN

  • Peranan barang bukti digital dan barang bukti elektronik (baca : Digital Evidence) ternyata sangat membantu dalam mengungkap kejahatan yang terjadi hampir 30 tahun lamanya. Dengan barang bukti digital yang diambil dari sebuah floppy disk, kasus ini terungkap.
  • Penulis meyakini bahwa setiap kejahatan selalu meninggalkan jejak, berdasarkan hal tersebut para penegak hukum dituntut untuk selalu bertindak professional, tekun, dan mengikuti perkembangan teknologi informasi.

Sumber :