Artikel

Home  »  Google Adsense  »  Cara Jitu Mengatasi Algoritma Fred
  • Currently 5.35/10
Rating: 5.4/10 (97 votes cast)

Cara Jitu Mengatasi Algoritma Fred

Kamis, 14 Desember 2017 - 16:50:17 WIB | Google AdSense | komentar : (0) | dibaca : 9856
Cara Jitu Mengatasi Algoritma Fred

Sejak kemunculannya, Fred menjadi perbincangan para mastah SEO. Dulu berpikir bahwa semakin banyak iklan di pasang (publisher) semakin tinggi rasio untuk di klik. Kini, pemikiran itu sudah tidak berlaku lagi sejak kehadiran algoritma fred yang di konfirmasi pada bulan maret 2017 oleh Google.

Pada umumnya, banyak website yang tumbang karena algoritma ini, Sejak Maret 2017, setidaknya website yang bermasalah akan kehilangan trafik organik hingga mencapai 90%hal ini dikarenakan pengaruh algoritma yang sangat besar dalam hasil SEO. Timbul dibenak kita kira-kira apa saja yang menjadi highlight pada algoritma kali ini? tentunya sebagai salah satu mesin pencari terbesar di dunia saat ini, Google ingin memuaskan penggunanya dengan hasil pencarian yang relevan dan sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna.

Nah pada kasus algoritma fred kali ini Google sepertinya ingin melakukan pengaruh besar pada relevansi website dari backlink. Seperti yang kita ketahui terkait backlink ada 2 macam, diantaranya adalah internal dan external backlink.
Internal backlink merupakan backlink yang mengarah masih dalam satu website yang sama sedangkan external backlink adalah link yang mengarah ke website yang berbeda. Perbedaan yang ada pada algoritma sebelumnya, sepertinya Google mulai memperbaiki struktur backlink yang relevan. Jika dahulunya kita hanya mengetahui struktur backlink external yang relevan, untuk sekarang maka google mulai merambah pada penyempurnaan internal backlink.
Anda tentunya pernah membuat internal backlink dengan kutipan “baca juga : link yang mengarah ke postingan lain” bukan ? Nah hal ini sangat diperhatikan saat ini pada algoritma fred. Mengapa demikian, hal ini karena algoritma fred mulai memfilter kualitas artikel dari relevansi internal backlink yang diberikan.
Jadi pada internal backlink diusahakan untuk membuat link terkait yang berkaitan dengan artikel yang diposting saat itu. Artinya jika artikel anda saat ini membahas tentang SEO, maka secara bijak internal backlink yang diberikan harus relevan dengna konten yang berhubungan dengan SEO tentunya.

Meskipun begitu, sebagian webmaster melaporkan terjadinya peningkatan pengunjung setelah update Fred diluncurkan.

Menurut konfirmasi Gary Ilyes, seorang webmaster trends analyst pada Google, Google tidak mau membuka suara mengenai update algoritma pada 7 Maret 2017 ini.

Namun secara sekilas saya mendapatkan informasi dari John Mueller yang menyebutkan mengenai isu kualitas situs yang terdapat pada Panduan Webmaster Google.

Tapi Anda tidak perlu khawatir karena di dunia ini banyak pelaku SEO yang memberi jawaban mengenai algoritma Fred. Dan saya telah mengumpulkan berbagai informasi dari internet untuk menyusun cara menghadapi algoritma Google Fred :

1. Hati-hati terbalu banyak Ads.
Sejak awal saya sudah mendapatkan informasi bahwa algoritma Google Fred mengincar situs yang memiliki konten kurus dan terlalu banyak menempatkan iklan pada halaman. Selain menganggu pengunjung, iklan yang terlalu banyak mengurangi kualitas nilai halaman di mata Google.

Hal ini diperkuat dengan riset Juan Gonzales dari Sistrix. Juan Gonzales menganalisis 300 domain pada Google Jerman, Spanyol, United Kingdom, dan USA yang kehilangan visibilitas setelah 13 Maret 2017.

Hampir semua pecundang dikarenakan terlalu menitikberatkan pada iklan, terutaman banner.

Jadi hal pertama yang harus diperhatikan untuk dapat bertahan atau melakukan recovery terhadap algoritma Google Fred adalah mengurangi jumlah iklan. Menurut saya cukup letakkan satu unit iklan saja dalam satu halaman. Kecuali jika situs Anda didominasi oleh konten-konten sepanjang 2000 kata atau lebih, Anda bisa menambahkan satu unit iklan lagi.

2. Jangan Ada Konten Kurus dan Konten Generik
Masih dari analisis Juan Gonzales dari Sistrix, juga mengindikasikan bahwa situs yang terkena dampak negatif memiliki konten-konten kurus yang tidak bernilai bagi pembaca. Artinya, di masa sekarang lebih baik mulai memperhitungkan jumlah kata yang lebih banyak. 300 kata masih kurang, namun 500 kata sudah cukup baik.

Menurut Aqueous Digital juga jangan menulis konten-konten yang bersifat generik. Siapapun bisa menulis konten generik, tapi tidak semua orang mampu menulis konten unik. Dengan begitu banyaknya orang yang menulis konten generik, banyak konten di internet terlihat sama sehingga kehilangan nilainya.

Ingat, Google menilai kualitas dari keunikan, relevansi, dan konten berkualitas tinggi, jadi, alih-alih menulis artikel dangkal pada topik yang terlalu luas, cobalah menelusuri sudut berbeda atau aspek pada suatu topik untuk membuat konten Anda menarik dan berbeda

3. Terlalu Banyak Link Affilisasi
Pada Search Engine Land, selain gara-gara terlalu banyak iklan, juga disebutkan bahwa beberapa situs yang menjadi pecundang menaburi link-link affiliasi pada konten mereka. Mayoritas situs ini bukan situs ahli, melainkan situs yang tidak memberi nilai tambah dibandingkan situs-situs pada industri serupa.

Intinya, kalau konten Anda kurus dan menambahkannya dengan berbagai link affiliasi, maka Anda berpotensi mendapatkan efek negatif dari update algoritma Fred.

Namun juga jangan paranoid. Selama Anda melakukan dengan wajar, maka tidak akan terjadi hal-hal buruk.

Bagaimana pun juga, bisnis affiliasi merupakan salah satu bentuk bisnis terbesar di internet. Tidak mungkin Google akan melarang menggunakannya. Hanya saja jangan terlalu fokus menghasilkan uang, melainkan berfokuslah memberikan nilai bagi pengguna internet atau pengunjung situs Anda

4. Backlink Bermasalah
Pada awalnya beberapa pelaku SEO mencurigai bahwa algoritma Fred masih berhubungan dengan backlink mengingat forum black hat SEO dunia juga ikut membicarakan Fred. Ketika kita membicarakan black hat, tentu erat kaitannya dengan masalah backlink.

Walaupun sebagian webmaster sudah mengetahui dampak buruk backlink-backlink dengan kualitas rendah, yang mana bisa menurunkan rangking maupun mendapatkan penalti, namun beberapa orang tidak mengetahuinya dan tetap menyebarkan link secara membabi buta. (Klik di sini untuk mengetahui ciri backlink berkualitas)

Kalau Anda sudah terlanjur melakukannya, maka hapus backlink-backlink buruk yang menuju situs Anda. Hal ini akan menjaga Anda tetap aman untuk waktu lama. Lebih baik membangun backlink sedikit demi sedikit dan berkualitas dibanding dengan mengikutsertakan backlink berkualitas rendah dan cepat mendapatkan hasil, namun beresiko terlalu besar.

5. Isu Konten : Pastikan Menggunakan Kata Kunci secara Alami
Sebenarnya kasus mengenai kualitas konten yang biasanya berhubungan kata kunci sudah diselesaikan Google dengan menyertakan LSI Keyword sebagai salah satu penentu peringkat.

Diharapkan webmaster tidak lagi berusaha memanipulasi hasil penelusuran Google dengan menggunakan teknik keyword stuffing.

Jika semua orang patuh, maka konten bermutu akan meningkatkan kepuasan pencari informasi yang menggunakan Google. Dan mereka akan setia menggunakan Google.

Itulah mengapa Google memfilter konten-konten yang masih menempatkan kata kunci secara membabi buta.

Pastikan saja Anda menulis konten yang sudah melewati riset dan mampu memberi nilai tambah bagi pembaca. Seandainya memang Anda harus menyebutkan kata kunci berulang kali, maka Anda bisa menggunakan sinonim sebagai solusi agar tidak mengulang-ulang kata yang sama

Sebagaimana informasi yang disampaikan oleh John Mueller, algoritma Fred mengacu pada isu kualitas situs yang terdapat pada Pedoman Webmaster Google berikut ini (hindari hal-hal berikut):

- Konten yang dibuat secara otomatis
- Berpartisipasi dalam skema tautan
- Membuat laman yang berisi sedikit atau tanpa konten asli
- Penyelubungan
- Pengalihan tersembunyi
- Teks atau tautan tersembunyi
- Laman doorway
- Memuat laman dengan kata kunci tidak relevan
- Membuat laman phising atau pemasangan virus, trojan, maupun badware lainnya.
- Mengirim kueri otomatis ke Google

Okey, kalau anda memiliki analisis lain mengenai si fred ini, silahkan isi ide dan komentar anda dalam form komentar dibawah in.. Terima kasih. (-EK-)


Ada 0 komentar untuk arikel ini
Isi Komentar

Nama :
Email :
Komentar : Sisa Karakter
Captcha : Security Code
Type Code :


Halaman ini menerima komentar terkait artikel yang berjudul Cara Jitu Mengatasi Algoritma Fred . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika mengandung SPAM, tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Berita Terkait : Google AdSense

Quote of the day

Do not blame your past, because the past will never change.

Calender

« Nov 2018 »
Min Sen Sel Rab Kam Jum Sat
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8

Artikel Terakhir

Rabu, 17 Oktober 2018 - 22:46:58 WIB
Trend Persekusi di Zaman Millenial
Senin, 8 Oktober 2018 - 14:14:38 WIB
Istilah Cebong dan Kampret Ala Indonesia
Senin, 30 Juli 2018 - 19:01:22 WIB
Mengapa Islam Nusantara....?
Kamis, 26 Juli 2018 - 02:43:49 WIB
Drone Emprit : Monitoring Sosmed Buatan Anak Indonesia
Selasa, 13 Maret 2018 - 12:20:58 WIB
Pulang Kampung Dari Jakarta Menuju Surabaya, Lewat Tol ?
Kamis, 8 Maret 2018 - 09:37:17 WIB
Berita Bohong atau HOAX Yang Mendunia
Minggu, 31 Desember 2017 - 01:52:02 WIB
SI Monitoring Penyiaran Indonesia
Jum`at, 15 Desember 2017 - 10:46:32 WIB
IoT : Internet of Things
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:50:17 WIB
Cara Jitu Mengatasi Algoritma Fred
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:00:11 WIB
Fred Algorithm


INDEX BERITA

Statistik Website

Go Top
54.92.193.89, 172.104.183.40 | 172.104.183.40 | Browser Tidak di ketahui - CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/) | System Operasi tidak di ketahui - System Operasi tidak di ketahui | 0.06718 sec