Artikel

Home  »  News  »  Bang JAPAR : Kebangkitan Jawara dan Pengacara
Rating: 2.0/10 (1 vote cast)

Bang JAPAR : Kebangkitan Jawara dan Pengacara

Senin, 24 April 2017 - 18:37:05 WIB | Serba Serbi | komentar : (0) | dibaca : 598
Bang JAPAR : Kebangkitan Jawara dan Pengacara

Euforia kemenangan gubernur DKI masih terlihat dibeberapa sudut kota Jakarta. Tumpengan dan acara bakar sate terlihat dalam kerumunan massa yang menjagokan Anies-Sandi dalam perhelatan PILKADA DKI 19 April 2017 kemarin.

Melihat hiruk pikuk dan keramaian para pendukungnya, menarik untuk diingat bahwa dibalik kemenangan Anies-Sandi ada "pasukan" baru yang membantu kemenangan tim ASA ini. Pasukan ini bernama BANG JAPAR yang diinisiasi sebelum Pilkada 2017 berlangsung. Salah satu yang menginisiasi gerakan Bang Japar adalah Gerakan Muslimah Memilih Pemimpin (GMMP) yang digawangi oleh Bunda Neno Warisman (mantan artis yang sekarang aktif sebagai pendakwah/Ustadzah). Terbentuknya Bang Japar, lanjut Fahira, sebagai langkah taktis menanggapi sejumlah laporan temuan kecurangan dan intimidasi saat Pilgub DKI putaran pertama

Sebagaimana tertulis dalama halaman media online, Senator DKI Fahira Idris (DPD RI) memperkenalkan kelompok relawan bernama Bang Japar kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Bang Japar akan ditugasi mengamankan TPS-TPS saat hari pencoblosan. "Sebetulnya gerakan Bang Japar tuh singkatan dari Kebangkitan Jawara dan Pengacara. Dan insya Allah nanti gerakannya nasional, akan mengawal juga yang lain," jelas Fahira di rumahnya, Kompleks Puri Asri, Duren Tiga Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2017).

"Kami ingin pilkada berjalan jujur adil, aman dan tenteram. Kami mitra dari kantor-kantor kecamatan, lurah, maupun polisi. Kami menjadi mitra polisi, membantu suasana dengan kondusif agar pilkada jadi lebih baik," ujar Fahira. Selain mencegah terjadinya intimidasi, Fahira menegaskan Bang Japar akan dibekali pengetahuan dan ilmu hukum. Fahira berharap kehadiran Bang Japar dapat membantu Pilkada berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Jadi saya dengan Kak Syifa Tuty Alawiyah, kita mengamankan yang nomor 1, Peggy dan Bunda Neno mengamankan yang nomor 3. Dan inilah yang memang sudah kita duga, saat salah satu nanti maju ke putaran kedua, kita semua akan memindahkan dengan mudah," jelas Fahira.

Adapun anggota yang sudah tergabung sejauh ini, menurut Fahira, mencapai ratusan orang. Fahira juga berharap Bang Japar tidak anarkistis. "Yang bergabung hari ini sekitar 3.500, itu simpul lo. Satu simpul memegang 1 grup WA (WhatsApp), yang isinya 250 orang," ujar Fahira. Anies Baswedan mengapresiasi Bang Japar. Menurut Anies, keberadaan Bang Japar penting untuk mengantisipasi dinamika di lapangan. "Teman-teman semua di dalam situasi itu saya terima infonya Bang Japar. Nah, ini solusi. Ini menarik, satu jawara, yang satu pengacara. Ya ngeper-lah," kata Anies diikuti tepuk tangan pendukungnya.

"Yang menarik, ini adalah solusi menghadapi situasi di lapangan yang tak selalu mengandalkan adab. Tapi, kalau negara melanggar hukum, adabnya yang hilang," kata Anies. Menurut Anies, peradaban ditata menggunakan aturan hukum. "Kalau aturan hukumnya dirusak oleh penyelenggara negara, wah repot," ucap Anies. Di depan para pendukungnya itu, Anies juga menyindir penegak hukum. Dalam hal ini Anies meminta polisi mengawasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di lapangan saat pilkada. "Saya minta polisi menegakkan hukum. Jangan yang putih-putih dijagain, yang kotak-kotak dibiarkan," ungkapnya.

Akhirnya, penulis bergabung atas ketidak adilan yang memang dirasakan oleh penulis. Selain aktif di Tim CyberArmy ASA, penulis juga aktif di Bang Japar untuk Korwil Timur.

Berawal dari perasaan tidak terima dengan situasi dan kondisi DKI Jakarta sekarang ini dengan sekelompok orang yang ingin menguasai jakarta dengan cara-cara yang tidak baik.

Agama saya pun jadi taruhannya karena kalo kata para alim ulama kita ini sedang di pinggir jurang, kalo bukan kita yang selamatkan agama kita sekarang, nanti anak cucu kita yang akan menerima penderitaannya. dalam keadaan yang mendesak dan panggilan hati saya pun ingin sekali bergabung di bang japar ini. Alhamdulillah ada teman merekomandasikan link bang japar ke saya, saya langsung isi form aplikasi di link bang japar tersebut.

Saya lihat sendiri kesungguhan teman-teman bang japar di  lapangan yang saya tidak temukan di organisasi apapun yang pernah saya ikuti. Sungguh luar biasa, dari pagi sampai malam bahkan sampai begadang teman-teman dengan semangat dan ikhlas keliling menjaga kampungnya masing-masing, dari tingkah pola orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Satu sama lain saling solid di WA begitu ada berita langsung cepat merapat. Terlebih haru lagi teman-teman bang japar dengan modal bensin, makan, rokok dan ngopi dengan biaya masing-masing dengan ikhlas mereka keluarkan, saya pun tidak pernah mendengar satu katapun mereka ucapkan tentang UANG padahal kita tau Bang Japar tidak di bayar....luar biasa.

Akhirnya hanya kebanggaan di hati kami semua yang mampu membuat kami berdiri tegak membela DKI Jakarta dan Agama kami. Apa yang kami lakukan tidak pernah kami harap imbalan. semua karena keikhlasan dan rasa yang begitu besar untuk membela daerah dan agama kami.

Mudah-mudahan bang japar selalu jaya dan tetap ada sampai kapanpun, karena DKI Jakarta butuh orang-orang yg super ikhlas ini untuk menjaga warganya dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Maju terus BANG JAPAR kami siap untuk misi selanjutnya. (--Bang Japar Korkel Timur--).